Profil Teater ARTery


Pada kesempatan ini, Pojok Literasi Indonesia akan menulis tentang Teater ARTery/. Ini dirasa cukup penting, karena beberapa waktu yang lalu skuad Pojok Literasi berkesempatan untuk mengundang teater yang bermarkas di Lubang Buaya ini ke kantor Pojok Literasi Indonesia.

Berikut kutipan percakapan Pojok Literasi dengan Ketua ARTery/, Dendi Madiya....

Apa arti ARTery/?
ARTery/ berarti pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian badan; nadi; tempat penyaluran transportasi atau komunikasi yang utama.

Sejarah ARTery/?
ARTery/ adalah ruang berkreatifitas beberapa anak muda pada kesenian. Lahir setelah mendapat tempat berupa rumah milik Bapak H Ahmad Syafawi di Jalan Gaber Cipayung Jakarta Timur. Tumah ini dulunya merupakan sarana pelatihan tenaga kerja wanita (TKW) sebelum mereka keluar negeri.
Muhammad Amin (anggota ARTery/ dan anak kedua dari Bapak Syafawi) sering mengajak beberapa temannya seperti Reza Pahlevi, Fidelis Krus, Didit Aditio, Muhammad Irfansyah, Suprianto untuk berlatih musik di rumah tersebut setelah kegiatan pelatihan TKW berhenti.
Nah, pada sebuah kesempatan, Reza, Fidel, dan Irfan mengajak mereka untuk bertemu dengan saya (Dendi Madiya, yang dulu adalah sutradara Teater Omponk), di Sanggar Seni dan Budaya, Gelanggang olahraga Bekasi. Disini, mereka juga bertemu dengan personil teater omponk lainnya seperti Adek Ceeguk, Emiliy Wandem, Evan Houston, Syahbudin Lail. Mereka semua menunjukkan beberapa lagu yang sudah dikuasai dan mengajak beberapa personil teater omponk itu bergabung.

Terus?
Pada acara Panggung Pinggir Kali-Sastra Kalimalang awal tahun 2013, mereka membawakan puisi 'Aku - Chairil Anwar' dan 'Nyanyian Jiwa - Iwan Fals'. Kami menjadi sering bertemu dan berlatih bersama. Kesepakat akhirnya, kami ganti nama Teater Omponk menjadi teater ARTery/.

Pengalamannya pentasnya gimana nih?
Pentas perdana ARTery/ adalah monolog Adek Ceeguk 'Segenggam Tanah di Mulutku' pada event Dramakalafest di London School Public of Relations Jakarta, 21 Februari 2013. Lalu pada pertunjukan teater 'Struktur Rumah Tangga Kami' pada Festival Teater Kota Administrasi Jakarta Timur (FTJT), 28 Juni 2013. Pada tahun 2014, ARTery/ lebih banyak bergerak di bidang performance art, terutama dengan komunitak PADJAK (performance art di Jakarta).

Nah, kalau naskah terbaru Tukang kacamata dan Penggemar Elvis itu insiprasinya darimana?
Naskah Tukang Kacamata dan Penggemar Elvis yang mengangkat tema pembantaian pada huru hara politik di tahun 1965. Naskah itu terinspirasi dari fil Jagal dan Senyap karya Joshua Oppenheimer. Naskah ini dipentaskan pertama kalinya di Reboan Jaker, 18 Februari 2015. (cho)

Penasaran dengan salah satu penampilan Teater ARTery/ ?????
Klik beritanya disini.

1 komentar:

  1. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif :
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus

Terimakasih